Ibu Bekerja Juga Bisa Memberikan ASI Sampai 2 Tahun

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway “ASI dan Segala Cerita Tentangnya* dalam rangka menyemarakkan Pekan ASI Dunia.

F: Nanti kalau kita sudah lulus, kerja, nikah terus punya anak, masih mau kerja atau nggak?
C: Ya pengennya sih kerja ya
F: Nanti kalau kita kerja, anak kita minum susunya pake susu formula dong
C: Iya ya. Merk sufor yang bagus apa ya
F: Ada sih merk XXX, katanya komposisinya mirip kayak ASI, tapi harganya mahal.
C: Demi anak mahal juga dibeli Continue reading

9,275 total views, 6 views today

Cerita Menjadi Ibu Pumping

Beruntunglah para ibu bekerja yang di kantornya punya fasilitas ruang laktasi atau ruang khusus untuk pumping. Apalagi yang ditambah dengan fasilitas kulkas, ruangan berpendingin, sofa nan empuk dan alat steril. Wah, mimpi banget tuh kalo di kantor saya punya fasilitas kayak begitu 😀

Di kantor saya nggak ada ruang khusus untuk pumping bagi karyawan wanita yang sedang menyusui. Dulu untuk pertama kalinya ada karyawan wanita yang pumping di kantor adalah rekan saya yang saat ini sudah resign. Namanya Mbak Irma. Saat itu dia galau mau pumping dimana. Dia sudah nekat mau pumping di wc. Saya bilang ke dia, ajukan saja ke bagian HRD untuk pengadaan ruangan khusus pumping. Lantas dia pun melakukan apa yang saya bilang. Ternyata atas pertimbangan jumlah karyawan wanita di kantor saya yang saat itu hanya 8 orang dan yang sedang menyusui hanya 1 orang, maka permintaan ruangan khusus pumping belum dapat diwujudkan. Akhirnya Mbak Irma pun pumping di gudang untuk tempat menyimpan file-file lama. Nggak lama dari situ, menyusul teman saya, Yuli yang pumping barengan dengan Mbak Irma. Tahun 2013, giliran anak buah saya, Anggi yang pumping di gudang tersebut. Selang setahun, giliran saya deh pumping di ruangan keramat itu 😀

Jangan dibayangkan ruangan yang berpendingin dan sofa yang empuk. Ada kursi, colokan listrik dan keleluasaan waktu untuk pumping saja sudah bersyukur walaupun saat pumping harus bermandikan keringat dan kadang ada bunyi-bunyi yang nggak jelas asalnya dari mana 😀 Pernah juga lagi asyik pumping eh tau-tau ada kardus jatuh dari rak. Mau kabur lagi tanggung, ASI lagi deres 😀 Yowes, pasrah aja sambil komat-kamit baca doa. Continue reading

3,761 total views, 2 views today

Ketika ASIP Terkena Tetesan Darah

Kemarin, lagi serius pumping sore-sore di kantor langsung kaget ketika dari puting sebelah kiri menetes darah. Seketika itu juga breastpump saya off-kan. Darah keburu meluncur ke botol penampung. ASIP yang berwarna putih berubah menjadi warna merah muda. Padahal pas pumping tadi siang nggak keluar darah sama sekali. Emang nih puting yang kiri saya sedang luka karena Ziva sekarang kalo nenen gayanya udah macem-macem. Sebenarnya sih lukanya udah lumayan kering. Tapi nggak tau kenapa jadi ada darah netes. Buru-buru deh nanya ke grup WA emak-emak kece, pas banget yang jawab Mom Wilda, salah satu konselor laktasi jebolan AIMI.

Menurut Mom Wilda, ASIP yang terkena tetesan darah masih boleh diminum oleh bayi. Fiuh, Alhamdulillah. Sayang kalo ASIP yang terkena darah itu dibuang *emak2ogahrugi 😀 Lha wong ASI kan sebenarnya darah juga. Makanya kalo ada anak lain yang bukan anak kandung yang kita susui jadi seperti anak darah daging kita. Terus puting yang luka sebaiknya jangan diperah pake breastpumping. Lukanya bisa tambah lebar. Diperah pake tangan aja. Puting yang luka diistirahatkan dulu dari breastpump kemudian dikasih salep atau salep alami alias diolesi ASI dan sering diangin-angin supaya cepat kering dan sembuh.

Akhirnya saya pumping pindah ke payudara kanan dengan botol tampungan lain yang masih kosong. Lumayan dapet 50 ml lagi. Hari gini di masa-masa stok ASIP kejar tayang tapi ASI nggak deras kayak dulu, berapa pun hasil pumping yang didapat harus disyukurin banget deh. Hidup ngASI!

20141117_163818

Kiri: ASIP warna pink — Kanan: ASIP warna normal

Salam,

signature citandy

6,537 total views, 4 views today

Horeeee Ziva Lulus S1 ASIX

IMG_113300178362860
Alhamdulillah hak Ziva untuk mendapatkan ASI eksklusif 6 bulan sudah saya tunaikan. Walaupun dengan perjuangan yang mungkin bagi orang lain hal tersebut adalah biasa saja, tapi nggak buat saya. Ternyata menyusui itu nggak semudah yang saya pikir sebelumnya apalagi bagi saya yang meninggalkan Ziva di rumah selama 8-9 jam. Tapi ketika kewajiban saya untuk memenuhi hak Ziva untuk mendapatkan ASI eksklusif 6 bulan terpenuhi itu rasanya luar biasa. Walaupun dengan stok ASIP yang kejar tayang, walaupun ASI saya nggak sebanyak ibu-ibu lain yang sampe merembes-rembes, saya bertahan Ziva harus ASI eksklusif 6 bulan. Ziva memang sempat minum beberapa jenis obat ketika sakit, tapi selain itu Ziva hanya minum ASI. Belum pernah minum susu formula, air putih, madu dan sari kurma apalagi makan pisang, bubur, dll sebelum usianya 6 bulan.

Makasih ayah yang selalu memberi dukungan supaya ibu selalu semangat menyusui Ziva dan pumping untuk stok ASIP, yang selalu cerewet ngingetin kalo stok ASIP di freezer udah menipis *kiss

Continue reading

3,447 total views, no views today

Baju Menyusui, Perlu Atau Nggak?

Sejak baju seragam kantor sudah nggak muat lagi karena perut semakin membuncit, saya merasa membeli baju hamil itu suatu keharusan kebutuhan. Saya sempat membeli beberapa baju hamil yang sekaligus baju menyusui untuk dipakai ke kantor sekaligus pergi-pergi *emak2 nggak mau rugi*. Maksudnya sih supaya setelah melahirkan bajunya masih bisa dipakai. Dulu sebelum melahirkan, koleksi baju hamil+menyusui saya rata-rata model bukaan menggunakan resleting (resleting Jepang) dan kancing depan, karena taunya ya cuma model itu yang saya lihat di online shop. Untuk model baju hamil+menyusui model bukaan tersebut saya pernah beli di Toko Baju Hamil. Bahannya rata-rata katun dan kaos.

Ternyata setelah Ziva lahir dan baju-baju tersebut saya pakai, model bukaan menggunakan resleting dan kancing depan itu bikin repot. Sambil gendong Ziva pakai kain gendongan, harus membuka resleting atau kancing depan satu per satu, belum lagi kalau resletingnya nyangkut dan Ziva sudah keburu ngamuk minta nenen. Wah, saya bisa stress duluan. Ya bukan berarti salah model bajunya juga sih. Sayanya aja kali ya yang nggak terbiasa.

Akhirnya saya browsing-browsing, mencari baju menyusui yang model bukaannya bukan resleting atau kancing depan. Alhamdulillah makin ke sini model bukaan baju menyusui semakin praktis. Desain dan warnanya semakin bagus. Model bukaannya di samping, kalau ingin menyusui tinggal dibuka tanpa harus repot membuka resleting atau kancing depan. Tinggal plug and play 😀

Ada beberapa online shop tempat saya pernah beli baju menyusui dan barangnya OK *ya ya ya baju menyusui yang saya beli semua hasil kalap belanja di online shop* *kekepin token internet banking* Continue reading

4,941 total views, 4 views today