Our Temporary Crib

Hampir 13 tahun tinggal di kosan sejak kuliah kemudian kerja, akhirnya bisa tinggal di rumah beneran (walaupun bukan rumah sendiri alias rumah kontrakan). Pengennya sih setelah menikah langsung tinggal di rumah sendiri yang halamannya seluas rumah orang tua dulu waktu di tinggal Sungai Gerong 😀 Tapiiiii…kenyataan berkata lain, hari gini beli rumah yang halamannya ngablak-ngablak harganya udah selangit…. Lagipula, mamah dan papap pengennya saya dan Kk beli rumah di Bandung, bukan di Cikarang 🙂

Maka dari itu, saya dan Kk memutuskan untuk nyari rumah kontrakan di Cikarang. Dari mulai bulan puasa yang lalu kami sudah mulai nyari-nyari rumah yang dikontrakkan. Minta bantuan juga ke teman-teman di kantor. Pengennya sih masih di dekat kosan yang lama, karena sudah familiar dengan lokasinya, dekat pasar, kelewatan angkot, dekat masjid, dekat pangkalan ojek, banyak yang jual makanan, lantai sudah keramik, dan nggak jauh dari kantor 😀

Alhamdulillah dapat juga rumah yang mendekati kriteria kami, walaupun sebelum ditempati cukup banyak juga dana yang keluar untuk renovasi. Saya dan Kk memutuskan untuk memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak dan mengecat ulang rumah tersebut menggunakan dana kami, sebab kalau menunggu dari yang punya rumah bakalan lain ceritanya >.< Bahkan ketika hari kedua kami menempati rumah tersebut, tiba-tiba saja wc di kamar mandi belakang mampet. Terpaksalah kami memanggil tukang sedot wc yang nomor teleponnya ada di sticker/poster yang biasa kita lihat di jalan-jalan =__=

Continue reading

708 total views, no views today

Cantik dan Syar’i Bersama Wardah



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba menulis blog dengan tema: “Aku dan Kosmetik Halal”, kerjasama antara BLOGdetik, LPPOM MUI dan Wardah Cosmetics.

“Diharamkan bagi kalian bangkai, darah, daging babi, hewan yang disembelih dengan atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas kecuali yang kalian sempat menyembelihnya. Dan diharamkan pula bagi kalian binatang yang disembelih di sisi  berhala.” (Surat Al-Maidah: 3)

“Mencari yang halal itu wajib atas setiap Muslim.” ( HR Al-Thabrani)

Continue reading

1,397 total views, no views today

Lebaran 2013 #8

Hari terakhir di Palembang. Pesawat yang akan membawa saya dan Kk kembali ke Jakarta baru akan take off sore, sehingga di pagi hari kami masih ada waktu untuk ke kota membeli pempek untuk oleh-oleh kemudian packing. Menurut pemilik Pempek Vico (salah satu toko pempek legendaris yang sudah ada sejak saya SD) ketika kami datang ke sana kemarin, ikan sedang susah sehingga mereka nggak menerima pesanan alias kalau mau beli pempek untuk oleh-oleh harus langsung datang di hari H. Jadi ya untung-untungan gitu deh, kalo kesiangan  dijamin bakal kehabisan.

Maka, saya dan Kk ditemani ponakan dan adik bungsu Kk jam 9 pagi sudah berangkat ke kota. Mampir dulu ke Pempek Beringin *pempek teruuuuus 😀 buat ngemil 😀 Menurut saya, pempek dan cuko di Pempek Beringin nggak terlalu istimewa sih, tapi memang tempatnya nyaman karena berpendingin udara dan konsepnya moderen. Dari Pempek Beringin kami menuju Pempek Vico, untuk membeli oleh-oleh pempek. Alhamdulillah masih kebagian karena di pagi hari pembeli relatif masih sepi. Gegara saya posting foto Pempek Vico di FB, ada tante saya yang menitip tapi minta dikirim ke rumahnya. Saat ini Pempek Vico memang menerima pengiriman pempek ke luar kota Palembang menggunakan jasa kurir. Di saat yang sama seorang teman minta dibawakan pempek tapi belinya harus di Pempek Candy. Alhamdulillah cabang Pempek Candy ada yang terletak di Plaju, jadi nggak harus balik lagi ke kota 😀

Berakhir sudah mudik lebaran saya dan Kk di Palembang. Sesuai perjanjian, tahun depan Insya Allah akan merayakan lebaran pertama di Palembang. Ceritanya gantian gitu deh 😀

Salam,

signature citandy

 

 

2,484 total views, no views today

Lebaran 2013 #7

Hari kelima di Palembang. H-1 menjelang balik ke Cikarang, jadwal keliling masih padat aja 😀 Saya kepengen banget ke Sungai Gerong, napak tilas ke sekolah TK saya dulu, toko Musi yang legendaris, pokoknya keliling komplek deh 🙂

Pagi harinya saya, Kk dan keluarganya main ke rumah Yuk Endah, kakak perempuan pertama Kk, maksudnya sambil kenalan dengan Kak Catur, suami Yuk Endah. Sebab, waktu acara pernikahan saya, Kak Catur nggak bisa datang ke Bandung karena sedang bertugas berhubung tugasnya sebagai anggota TNI. Sampai di rumahnya, ternyata Kak Catur sedang nggak di rumah, jadi hanya bertemu Yuk Endah dan Aulia, anak perempuannya. Lagi-lagi perut saya dimanjakan oleh pempek dan cuko, kali ini made in Yuk Endah 😀

Pulang dari rumah Yuk Endah, kami mampir ke Jakabaring Sport City, sebuah komplek olah raga yang dibangun untuk keperluan Sea Games tahun 2011 yang lalu. Kami sempat duduk-duduk sambil makan es krim plus berfoto tentunya di tepi danau buatan yang biasanya digunakan untuk pertandingan ski air 😀 Selain itu kami juga mampir ke Stadion Gelora Sriwijaya atau dikenal juga dengan Stadion Jakabaring. Sempat bersitegang dengan satpam yang berjaga, karena satpam tersebut menarik bayaran nggak resmi yang cukup tinggi agar kami dapat masuk ke dalam stadion >.<

Palembang13

Continue reading

864 total views, no views today

Lebaran 2013 #6

Hari keempat di Palembang, saya, Kk dan keluarganya berwisata ke Pulau Kemaro. Walaupun saya lahir dan lama tinggal di Palembang, tapi sekalipun belum pernah mengunjungi pulau ini 😀

Kami menyewa kapal dari depan Benteng Kuto Besak (BKB) seharga 200rb rupiah PP. Selama 40 menit kami menyusuri Sungai Musi kami sering berpapasan dengan kapal tongkang bermuatan batu bara, kapal-kapal cepat yang terbuat dari kayu yang mengangkut penumpang menuju arah Pulau Burung, Mariana, dll dan beberapa perahu kecil milik nelayan yang sedang mencari ikan. Selain itu kami juga melewati pabrik pupuk Sriwijaya dan komplek Pertamina Bagus Kuning.

Palembang07

Continue reading

2,669 total views, no views today