Ketika Ziva Kena Alergi

1450681333559Senin pekan lalu saat pulang kerja, seperti biasa lah sampai di rumah cuci tangan lalu belum sempat saya ganti pakaian, Ziva sudah teriak-teriak manggil ibu, ibu. Langsung saya cium-cium deh Ziva. Tapi begitu liat kakinya kok merah-merah, tangan, ketiak semua ada ruam merah. Lah, kenapa nih bocah. Saya tanya bibik dan ayah Ziva, tadi makan apa selain opor ayam (karena hari itu saya memang masak opor ayam untuk Ziva sekaligus untuk yang dewasa). Ayah bilang makan es krim. Kata bibik, minum susu seperti biasa, makan opor ayam sama cemilan puding pepaya. Kalau memang alergi susu, kok baru sekarang muncul ruamnya, padahal Ziva minum susu formula merk Nutrilon Royal sudah lama. Lagipula saya maupun ayah nggak ada bawaan alergi apa-apa.

Continue reading

5,975 total views, no views today

Ziva Kena Roseola Infantum

Baru juga bernafas lega Ziva sudah sehat lagi pasca terkena diare akhir November yang lalu. Eh Sabtu siang tanggal 20 Desember tiba-tiba badannya panas. Padahal pagi masih ceria aja main bareng anak tetangga. Diukur suhu badannya mencapai 38,2 derajat Celcius. Panik dong. Nih anak kenapa lagi sih 🙁 Langsung deh dikasih Sanmol. Sampai malam badannya masih panas. Hasil pengukuran suhu badan masih di kisaran 38 derajat Celcius. Sebelum tidur dikasih Sanmol lagi. Besoknya badan Ziva masih anget-anget gitu, dicek suhu badannya udah turun di kisaran 37 derajat Celcius.

Hari Senin pagi beres mandiin Ziva pas mau balurin minyak telon kok saya melihat punggung Ziva merah-merah. Sempat kepikiran apa Ziva kena campak atau roseola sih tapi berhubung pagi itu badannya anget-anget doang dan anaknya masih lincah jadi hari itu saya masih berangkat kerja. Siang-siang dapat kabar Ziva panas lagi =__= Saya pun izin pulang cepat dari kantor.

Hari Selasa izin nggak masuk kerja karena bawa Ziva ke rumah sakit bareng suami. Hari itu Ziva sudah nggak demam. Pas di cek di suster station suhu badan Ziva di angka 37 derajat dan di ruangan Dokter Frengky malah 36 koma sekian (lupa). Setelah diperiksa oleh Dokter Frengky, menurut beliau Ziva bukan kena campak karena teorinya kalau anak kena campak akan disertai dengan batuk, diare, mata merah dan berair. Sedangkan Ziva nggak menunjukkan tanda-tanda tersebut. Menurut beliau demam dan merah-merah di badan Ziva akibat virus, bisa karena roseola infantum. Dokter Frengky pun meresepkan suplemen Isprinol yang katanya adalah immunomodulator untuk melawan virus, salep dan obat anti alergi. Sampe rumah cuma Isprinol yang dikasih ke Ziva. Salep dan obat anti alerginya nggak saya kasih. Continue reading

12,939 total views, no views today

Ziva Sakit!!!

Ziva sakit!!! Bahkan sampai harus dirawat di rumah sakit selama 5 hari, hiks.

Selasa 2 September yang lalu, badan Ziva mulai terasa agak anget-anget. Dicek suhunya masih sekitar 37 koma (lupa koma berapa). Tidur malamnya mulai rewel. Biasanya hanya bangun 1-2 kali untuk nenen, ini bangun tiap jam, nangis, digendong sambil diayun-ayun bisa tidur begitu digeletakin nangis lagi. Bahkan jam 2 pagi kebangun nangis terus sampai jam 4 pagi! Mana saat itu ayah lagi tugas ke Bandung, saya hanya berdua Ziva di rumah. Alhasil saya ngantuk berat saat di kantor.

Rabu 3 September, suhu badan Ziva makin tinggi, mencapai 38,3 derajat Celcius. Ziva terus saya gempur pake ASI. Tidur malamnya rewel. Saya dan ayah bergantian menggendong dan mengompres Ziva. Mungkin karena sama-sama lelah, jadi sempat saling emosi juga. Bingung, nggak ngerti kenapa Ziva demam. Saya nebak-nebak mungkin Ziva mau tumbuh gigi.

Kamis 4 September subuh, suhu badannya naik lagi jadi 39 derajat Celcius. Saya memutuskan untuk izin nggak masuk kantor. Pagi itu juga kami membawa Ziva ke RS Mitra Keluarga Cikarang. Berhubung daftar ke dokter Frengky-nya mendadak jadi dapat nomor antrian 20. Saat dicek suhu badan oleh suster di suster station, kami disarankan untuk langsung membawa Ziva ke IGD karena suhu badan masih tinggi, khawatir Ziva keburu kejang kalau menunggu antrian. Buru-buru kami ke IGD. Daftar kemudian langsung masuk ke ruang IGD. Oleh suster, saya disuruh meletakkan Ziva di tempat tidur. Ziva sempat diberi obat penurun panas Proris yang dimasukkan lewat anus. Saat dokter jaga IGD tanya apakah Ziva flu, batuk atau pilek saya jawab nggak karena memang Ziva sedang nggak flu, batuk atau pilek. Dokter kemudian meresepkan Tempra drop dan Starmuno. Tiba di rumah, saya langsung minumin Tempra drop ke Ziva. Suhu badannya langsung turun. Tapi begitu efek obatnya habis, suhu badannya meningkat lagi. Continue reading

9,455 total views, no views today