Persiapan MPASI Ziva

Time flies, so fast like rocket…

Tanggal 11 Oktober 2014 nanti Ziva genap berumur 6 bulan. Di umur 6 bulan inilah, Ziva akan mulai mengkonsumsi makanan pertamanya alias MPASI (makanan pendamping ASI) perdana. Very excited sekaligus membuat saya deg-degan banget.

Sejak lahir sampai umur 6 bulan Ziva hanya minum ASI (plus minum obat-obatan waktu dia sakit). Saya sih berharap mudah-mudahan proses makan Ziva (termasuk proses pembuatan makanannya) nanti bakal lancar mengingat saya adalah ibu bekerja yang dari jam 8 pagi sudah berangkat dan pulang ke rumah sekitar jam 6 sore. Berarti selain hari libur, kegiatan makan Ziva akan didampingi oleh orang lain selain saya.

Niatnya sih, walaupun saya bekerja, saya ingin memberikan Ziva MPASI yang homemade alias bikinan sendiri. Hmmm…terdengar idealis banget yaaaaaaa. Padahal selama ini untuk makan sehari-hari saya dan suami, saya lebih sering beli masakan sudah jadi daripada masak sendiri 😀 Oiya, ini ada link tentang manajemen waktu untuk para ibu bekerja yang bertekad untuk membuat dan mengurus MPASI rumahan untuk anak-anaknya. Doakan saya konsisten ya membuat MPASI rumahan untuk Ziva 🙂

Lalu, di waktu yang tinggal beberapa hari lagi ini, gimana persiapan saya untuk menunjang kesuksesan MPASI Ziva?

1. Mental

Ibu yang sedang mendampingi bayinya belajar makan harus punya stok sabar yang berlipat ganda, tenang, nggak stres dan nggak gampang putus asa. Lah kalo ibunya sudah stress duluan, gimana anaknya. Begitu katanya. Dari hasil browsing dan blogwalking, ada beberapa bayi yang pada awal fase makannya, makanan yang sudah masuk ke mulut malah dilepeh, disembur, dimuntahin dan lain-lain. Ya wajar sih. Selama 6 bulan bayi kan kalau lapar dan haus tinggal ngenyot ASI, sudah beres. Nah ini harus belajar mengunyah dan menelan. Belum lagi nanti ada fase dimana anak akan GTM (gerakan tutup mulut) alias mogok makan. Mengingat saya orangnya nggak sabaran, sering ngomel-ngomel sendiri kalau sedang kesal hanya bisa berdoa semoga nanti Ziva lancar-lancar saat masuk masa MPASI dan saya diberi stok sabar yang seluas samudera 😀

2. Referensi/ ilmu tentang MPASI

Sejauh ini saya sudah punya 3 buku terkait MPASI yaitu Sehat Lezat: Olah Saji dr. Tiwi – Panduan Asupan Bayi Tahun Pertama, MPASI Perdana Cihuy! karya pendiri milis MPASI Rumahan, dan buku Super Lengkap Makanan Bayi Sehat Alami karya Pak Wied Harry Apriadji. Selain itu, bekal informasi dari milis MPASI Rumahan dan grup FB Homemade Healthy Baby Food (HHBF), Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), serta Sharing ASI-MPASI cukup membantu juga sebagai referensi.

Terus hasil baca buku dan browsing sana-sini gimana? Saya masih galau jenis makanan apa yang akan saya kasih ke Ziva untuk pertama kalinya nanti. Serealia, buah atau sayur duluan? Ada berbagai pendapat mengenai hal ini. Kalau rekomendasi dari HHBF dan AIMI (berdasarkan panduan dari WHO), makanan pertama anak dimulai dengan jenis serealia yang mengandung karbohidrat seperti beras putih, beras merah, beras coklat karena minim potensi alerginya. Ada juga pendapat yang bilang kalau MPASI perdana harus dikasih sayuran, karena kalau keburu dikasih buah yang punya rasa manis alami, nantinya jadi nggak doyan makan sayur. Kalau menurut Pak Wied, justru MPASI harus dimulai dari buah dengan alasan buah mengandung karbohidrat sederhana, yakni gula buah,yang bisa langsung diserap oleh tubuh. Keunggulan lain, buah dilengkapi enzim pencerna alami sebagaimana ASI sehingga makin mudah dicerna. Oleh karena itu, buah merupakan makanan MPASI awal yang paling serasi dengan fungsi organ cerna bayi.

Jadi ya kita lihat saja nanti, pada akhirnya serealia, buah atau sayuran duluan yang akan saya kasih ke Ziva *mau semedi dulu

3. Metode: Spoonfeeding atau BLW (Baby Led Weaning)

Spoonfeeding alias metode memberikan makan pada bayi dengan cara disuapi pake sendok. Bentuk makanan yang diberikan untuk metode spoonfeeding ini adalah semi kental, tidak encer seperti ASI. Tanda makanan semi kental sudah tepat teksturnya adalah jika sendok dibalik, makanan tidak langsung tumpah. Jenis makanan yang diberikan pada metoda spoonfeeding ini antara lain puree dan bubur. Lain lagi dengan metode baby led weaning (BLW). Metode ini nggak mengenal jenis makanan puree dan bubur. Jenis makanan yang diberikan ke bayi yang konsep makannya pake metode BLW seperti buah/ sayur dipotong kecil/ memanjang, direbus/ dikukus kemudian diberikan ke bayi. Jadi diharapkan bayi bisa lebih mandiri, lebih terlatih dengan metode BLW ini. Kalau saya sendiri, mungkin akan menggabungkan kedua metode ini. Jadi Ziva tetap makan puree dan bubur tapi diselingi dengan camilan berupa buah/ sayur kukus yang sudah dipotong atau finger food jenis lainnya. Kita lihat saja nanti realisasinya gimana 😀

4. Don’ts

a. Jangan menambahkan gula dan garam pada pemberian MPASI sampai anak berumur 1 tahun. Biarkan anak mengkonsumsi makanan dengan tekstur dan rasa alami sumber makanannya tanpa perasa tambahan.

b. Jangan memberikan madu pada anak di bawah umur 1 tahun karena akan menyebabkan penyakit botulisme pada bayi. Madu mengandung spore bakteri Clostridium botulism yang bisa mengeluarkan racun.

c. Jangan menambahkan monosodium glutamat (MSG) alias vetsin aka mecin ke dalam makanan anak. Orang dewasa saja sebisa mungkin menghindari bahan tambahan pangan jenis ini apalagi anak-anak.

5. Jadwal dan menu MPASI

Jadwal MPASI Ziva masih saya utak-atik. Insya Allah akan saya posting terpisah saja per bulannya. Untuk menu MPASI, saya akan nyontek saja dari ketiga 3 buku panduan yang sudah saya punya plus dari hasil blogwalking dan browsing. Mudah-mudahan Ziva suka hasil masakan ibu ya 🙂

6. Peralatan dan perlengkapan

Bicara tentang peralatan dan perlengkapan untuk MPASI Ziva, saya sudah kepikiran dari sejak Ziva masih newborn. Pengen ini, pengen itu banyak sekaliiiiiii….. Semua semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib menguras isi dompet 😀

Berikut beberapa peralatan dan perlengkapan untuk MPASI Ziva yang sudah ada di rumah:

a. Crown Wet and Dry Food Processor

Food processor ini kado dari Davinna, teman blusukan candi saya dari sejak masih sama-sama jomblo, punya pacar, sama-sama diputusin pacar, punya pacar lagi, menikah sampai punya anak di waktu yang berdekatan *curcol 😀 Bisa untuk menghaluskan makanan basah maupun kering karena terdapat 2 macam blender yang berbeda.

b. Panasonic Dsterile Dish Dryer

Sudah lama juga pengen dish dryer Panasonic ini. Tapi mengingat harganya yang mahal, jadi ditunda terus. Pas teman-teman saya dari Laskar Pelancong nanya mau kado apa, saya langsung bilang saja mau barang ini 😀 Alhamdulillah beneran dibeliin. Makasih ya…. Dilihat dari spesifikasinya, alat ini bisa mencapai suhu 70 derajat Celcius, yang cukup efektif untuk membunuh bakteri dan jamur sekaligus mengerikan peralatan. Alat ini sudah saya pake untuk sterilisasi botol-botol kaca ASIP, perintilan breast pump dan botol susu Ziva. Kapasitasnya besar, jadi sekali sterilisasi bisa muat banyak. Alhasil, sterilizer Avent Panasonic yang dulu saya beli sekarang pensiun dini 😀

c. Takahi Slow Cooker

Awalnya sudah niat mau beli sendiri slow cooker paling hits di kalangan working mom yaitu Takahi. Ternyata teman-teman saya dari Laskar Pelancong, selain memberi Panasonic dsterile dish dryer, juga memberi slow cooker Takahi yang 1,2 L sebagai kado. Slow cooker ini katanya jadi andalan banget untuk working mom yang tetap mau ngasih bayinya MPASI homemade. Katanya kalau mau masak bubur pake SC Takahi ini praktis, malamnya tinggal cemplung-cemplung bahan, besok pagi sudah jadi bubur. Review tentang slow cooker serta tips dan cara membuat bubur, tim dan tim saring menggunakan slow cooker bisa dilihat di sinisini, sini, dan sini.

d. Alat makan dan minum

Punya beberapa merk dari kado lahiran Ziva. Nggak semua akan saya pake karena ada beberapa merk yang saya nggak yakin bahan plastiknya sudah BPA free atau belum. Sementara ini yang akan saya pake alat makan merk Lynea dan alat minum Mag-mag Pigeon. Nantinya pengen beli yang merk lain dan warna-warni supaya Ziva semangat makannya 😀

e. Homemade Baby Food Maker

Punya merk Kiddy, dapat dari kado. Terdiri dari saringan, pemeras jeruk, parutan, wadah dan sendok penghalus. Kayaknya sih nggak akan beli merk lain, cukup ini saja dulu *emak2irit 😀

f. Pengukus

Tadinya mau pake kukusan yang ada di rice cooker saja. Eh kemudian saya tergoda membeli (secara kredit) sebuah wajan (plus ada saringan untuk mengukus) stainless steel yang harganya lumayan gara-gara ada demo masak di rumah bu RT (_ _!!). Berhubung katanya bisa dipake untuk mengukus, ya sudah nanti pake alat ini sajalah untuk mengukus sayuran dan buah.

g. Pisau dan talenan

Sudah beli baru di Giant dekat rumah. Sengaja beli masing-masing 2 pcs. Satu set (talenan dan pisau) untuk sayur dan buah, sedangkan yang satu set lainnya untuk bahan baku daging. Pemisahan talenan dan pisau untuk sayur/ buah dengan daging adalah untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

i. Bib/ slaber

Saya sudah beli slaber ini sejak masih hamil. Baru punya 3 itu juga yang bahannya kain biasa, bukan yang bahannya plastik dan anti air. Pengen juga beli yang bahannya plastik gitu, katanya praktis bersihinnya tinggal dilap-lap 😀

 j. Panci kecil bergagang dan bertutup

Saya sudah punya dari kado nikahan dulu. Merknya Oxone, satu set ada ceret, wajan, panci berkuping 3 pcs dan panci kecil bergagang. Panci bergagangnya sengaja belum saya pakai, karena saya pikir bisa dipake untuk MPASI Ziva.

k. Saringan

Sudah punya dua, satu dapat dari kado (bagian dari baby food maker), satu lagi beli di Giant dekat rumah.

l. Lunch box

Dapet dikasih dari kado nikahan. Merknya Omio. Belum pernah dicoba sih ketahanannya sampai berapa lama menjaga makanan agar tetap hangat. Rasanya akan sangat berguna untuk membawa makanan Ziva dari rumah ketika bepergian agar tetap hangat.

Perlengkapan dan peralatan lain yang belum ada, masih perlu pengen untuk dibeli:

a. Kursi makan

Saya ingin melatih Ziva untuk disiplin makan di kursi. Saya juga nggak mau nantinya saya atau orang yang mengasuhnya memberi makan sambil ngejar-ngejar Ziva. Oleh karena itu saya berniat membeli kursi makan. Saya lebih tertarik ke booster chair daripada high chair. Inceran saya adalah booster chair to toddler-nya Mastela atau Carter’s. Harganya cukup mahal sih sekitar 390-430rb tergantung tokonya. Kalo ada sih pengen beli yang second saja biar murah.

Sumber: tokosarana.wordpress.com

Sumber: tokosarana.wordpress.com

Sumber: www.babyselle.com

Sumber: www.babyselle.com

b. Alat makan bayi + bib dari IKEA yang series MATA, SMASKA, SMAGLI, BORJA, KALAS, KLADD RANDIG (bib)

Duh ini sih ibu saja yang gelap mata melihat peralatan makan bayi lucu-lucu keluaran IKEA. Inceran saya dari dulu yang series MATA karena warnanya hijau, warna favorit saya. Sudah beberapa kali nitip teman yang ke Singapura tapi selalu gagal karena mereka nggak sempat mampir ke IKEA. Nah, berhubung IKEA Indonesia bakal buka pertengahan Oktober nanti, saya berniat membeli langsung saja 😀 Untuk sementara, Ziva pakai alat makan yang ada saja dulu di rumah.

Sumber: http://www.ikea.com/sg

Sumber: http://www.ikea.com/sg

c. Tempat makan Tommee Tippee

Saya naksir yang seri Twin Taste Set. Mangkok makan dengan desain bersekat plus ada sendok dan tutupnya. Praktis untuk dibawa traveling.

Sumber: http://asibayi.com

Sumber: http://asibayi.com

d. Baby cubes/ ice tray

Fungsinya bisa untuk menyimpan puree atau kaldu beku di dalam freezer kalau kita mau bikin stok puree atau kaldu biar praktis. Misalkan saat weekend bikin stok kaldu atau puree untuk jatah makan Ziva seminggu, kemudian simpan di baby cubes ini. Biasanya terdiri dari masing-masing wadah plus tutupnya. Menyimpan stok puree atau kaldu beku bisa juga pake ice tray alias wadah untuk bikin es batu. Naksir ice tray-nya Tupperware sih. Liat nanti lah belinya yang mana.

Sumber: https://www.tokopedia.com/rumahasi

Sumber: https://www.tokopedia.com/rumahasi

e. Doidy cup

Nemu Doidy cup ini nggak sengaja pas browsing-browsing tentang peralatan untuk MPASI. Awalnya sempat aneh juga sih, gelas kok bentuknya miring 😀 Pas baca-baca reviewnya ternyata gelas ini direkomendasikan untuk anak yang belajar minum. Beberapa mengatakan kalau Doidy cup ini membantu mencegah masalah kesehatan jangka panjang, yang disebabkan keterlambatan menyapih, dan lamanya penggunaan botol dot. Masalah tersebut antara lain kerusakan gigi prematur, masalah pengucapan, anemia dan kekurangan gizi, kurang terampil mengunyah, dan kurang ahli dalam menyusu. Tersedia dalam berbagai warna. Kalau nanti memang jadi beli tentunya pilih warna favorit ibu dong, warna hijau 😀

doidy_green_sparkle

Sumber: www.babymunch.co.uk

f. Munchkin Fresh Feeding Set (Food Grinder + Fresh Food Feeder)

Lagi-lagi akibat kebanyakan blogwalking jadi tahu ada alat ini 😀 Food grinder ini tidak memerlukan energi listrik untuk penggunaanya sehingga cocok untuk dibawa traveling. Sedangkan fresh food feeder adalah alat berbentuk jaring yang berfungsi untuk bayi memegang makanan dengan tangannya sendiri tanpa takut tersedak. Biasanya diisi dengan buah potong, sehingga sari buahnya akan keluar dari jaring dan terhisap oleh bayi.

Sumber: https://www.tokopedia.com/nuning-ningrum/munchkin-grinder-feeder

Sumber: https://www.tokopedia.com/nuning-ningrum/munchkin-grinder-feeder

 

 7. Bahan baku

Tentu saja nggak boleh ketinggalan dong yang satu ini. Pengennya sih ngasih ke Ziva makanan yang berasal dari bahan pangan organik tapi ya biasanya kan harganya lebih mahal dari yang biasa. Jadi paling nanti diselang-seling aja deh. Kebetulan di dekat rumah ada pasar, tukang sayur juga lewat tiap pagi. Kalau jenis sayuran atau buah tertentu nggak ada di pasar atau tukang sayur, tinggal ke supermarket yang ada di dekat rumah seperti Farmer’s Market, Superindo atau Giant.

Fiuh, bener kata ayah nih, anaknya yang mau dikasih makan anteng-anteng aja, ibunya yang malah rempongnya amit-amit 😀 Hahaha…ya sudahlah yang penting nanti proses makan Ziva lancar. Zivaaaa, nanti makannya yang banyak ya sayang…. *kiss

Salam,

signature citandy

 

 

 

8,273 total views, 4 views today

2 comments

  1. Alifa Binta S says:

    Halo.. Salam kenal mba cit..
    Lagi persiapan mpasi ni mba.. Deg2 wow. Kaya nyiapin nikahan. Hehe..Pada akhirnya peralatan apa aja yg sering dipake mba? Biar ga kebobolan beli2nya. Hihi.. Trims.

    • Cita says:

      Salam kenal jg Mbak Alifa,
      Alat2 yang sering dipake sih ya sendok makan, mangkok/piring plastik, kukusan, saringan, food processor (blender dan miller-sampai anak umur 1 tahunan lah sampai udah bisa makan nasi biasa, nggak bubur lagi). Kalau slow cooker sampai skrg masih dipakai, kalau dulu dipakainya utk bikin kaldu dan melembutkan daging. Panasonic dryer jg masih dipakai sampai sekarang. Kalau yg 1 set food maker kayak penghalus, perasan jeruk dll kalau untuk saya malah nggak terpakai. Untuk menghaluskan saya pakai sendok makan orang dewasa, meras jeruk pakai saringan bisa. Oya talenan dan pisau kalau bisa beli baru jangan bekasan kita masak hehehe

Leave a Reply