HONEY (let’s go to the) MOON-part 2

D-3

Pagi-pagi sebelum sarapan, saya dan Kk jalan-jalan di pantai belakang hotel. Belum separuh jalan, mendadak saya sakit perut, terpaksa kembali ke hotel deh 😀 Selesai urusan perut di toilet serta sekalian mandi, saya dan Kk memutuskan untuk sarapan.

Breakfast1Sebelum kembali ke kamar, saya sempatkan mengambil foto suasana di Mascot Beach Hotel yang membuat saya jatuh cinta 😀

Mascot

Continue reading

3,083 total views, no views today

HONEY (let’s go to the) MOON-part 1

Empat bulan sebelum hari H pernikahan, ketika maskapai ini mengadakan promo tiket murah, saya dan Kk membeli tiket return Jakarta-Padang untuk honeymoon. Saat itu belum kepikiran di Padang mau kemana saja, yang penting dapat tiket murah hahaha…. Selang dua bulan kemudian, saya mendapat notifikasi di email dari maskapai tersebut yang menyatakan bahwa jadwal penerbangan kami diubah. Saya lihat jam terbangnya jadi nggak enak, kurang fleksibel. Pada saat itu pilihan yang ditawarkan antara lain mengubah tanggal keberangkatan, mengubah rute penerbangan, credit refund dan cash refund. Akhirnya setelah berdiskusi dengan Kk, saya mengambil pilihan membatalkan penerbangan tersebut dan meminta cash refund, yang artinya uang pembelian tiket yang sudah saya bayarkan akan dikembalikan utuh.

Lalu, setelah gagal ke Padang, kemana nih tujuan honeymoon kami? Saya langsung menjatuhkan pilihan ke Lombok sebagai gantinya 😀 Kk sih hayuk-hayuk saja hehehe… Saya langsung cari-cari tiket pesawat rute ke Lombok. Setelah membandingkan ke sana sini, rute yang kami ambil adalah berangkat dari Bandung, transit dan menginap semalam di Bali, berangkat ke Lombok dari Bali, pulang dari Lombok mampir ke Bali lagi, dari Bali pulang ke Jakarta. Nampak ribet ya 😀 Tadinya dari Bali ke Lombok mau naik kapal fery, tapi setelah cek ricek ternyata kurang praktis dari segi waktu dan biaya yang dikeluarkan akan kurang lebih sama apabila kami menggunakan pesawat.

Kebiasaan kalo traveling bareng teman-teman pada saat belum menikah dulu, saya dan teman-teman berbagi tugas, ada yang kebagian membuat itinerary alias jadwal selama trip, mem-booking tempat menginap, menghubungi contact person pemilik kapal dan rental mobil 😀 Tapi khusus honeymoon kali ini saya nggak buat itinerary secara detail, hanya mencatat beberapa lokasi yang terkenal di Lombok yang biasa dikunjungi oleh traveler. Kami juga nggak menggunakan agen tour yang biasa meng-handle para honeymooners….Mahal cyiiiin 😉 Jadi yang kami lakukan adalah menelepon supir rental mobil yang saya dapat dari teman kemudian meminta pak supir mengantar kami ke tempat-tempat yang kami mau dan direkomendasikan oleh pak supir.

Continue reading

5,019 total views, no views today

[Bukan Review]: Vendor Pernikahan-WO

Bingung deh mau cuap-cuap tentang WO ini (sengaja tidak saya munculkan namanya). Banyak keluhan dari anggota keluarga dan saudara-saudara saya pada saat acara pernikahan saya dan Kk berlangsung. Well, entahlah mungkin kesalahpahaman dan ketidakpuasan ini bisa saja terjadi karena salah paham dan miskomunikasi antara kami dan mereka. Memang sih saya mengambil paket yang di bawah harga normal sehingga dihandle bukan oleh WO utama mereka tapi oleh second line mereka. Mungkin saja crew-nya belum berpengalaman. Atau bisa saja kekurangan ada di pihak kami yang kurang informatif kepada mereka. Ya sudahlah, toh acara pernikahan saya dan Kk sudah berlangsung lebih dari dua bulan yang lalu.

Salam,

signature citandy

2,955 total views, 2 views today

[Bukan Review]: Vendor Pernikahan-Kalima Band

Pertama mengetahui band ini dari blog-nya Fani. Dari Fani juga saya mendapatkan nomor ponsel Kang Hilman, vokalis band tersebut. Fani menggunakan jasa Kalima Band sebagai pengisi acara hiburan musik di acara pernikahannya. Berdasarkan review Fani di blog-nya mengenai Kalima Band saya pun jadi ikut tertarik menggunakan jasa Kalima Band.

Jauh-jauh hari saya sudah punya daftar lagu-lagu yang akan dimainkan di acara pernikahan saya. Setelah bertemu Kang Hilman, daftar lagu menjadi menyusut karena menurut dia dalam waktu 3 jam durasi resepsi lagu yang bisa dimainkan sekitar 30 lagu saja 😀

Selain mengisi acara pada saat resepsi, Kalima Band menjadi pengiring musik pada saat saya, Kk dan anggota keluarga berjalan menuju pelaminan. Awalnya saya dan Kk ingin menggunakan lagu instrument Gending Sriwijaya, tapi dari hasil diskusi katanya kalau hanya instrument kurang hidup karena pada saat prosesi saya nggak menggunakan penari pengiring pengantin. Jadilah Kalima Band memainkan lagu Dia dari Maliq & D’Essentials pada saat prosesi menuju pelaminan dilengkapi oleh dua orang sepupu perempuan yang masih kecil untuk menaburi bunga di sepanjang jalur menuju pelaminan.

Continue reading

7,247 total views, no views today

[Bukan Review]: Vendor Pernikahan-Vintage Photography

DSC_0244Saya dan Kk mengetahui tentang Vintage Photography (VP) dari Mas Panji (Kupu Art Photography) saat kami sedang mencari-cari vendor photobooth yang terjangkau di Bandung. Sepengetahuan saya saat itu baru ada dua vendor untuk photobooth pernikahan di Bandung yaitu Moments To Go dan The Angel Factory. Tapi saya masih kurang sreg 😀 Setelah ketemu dengan Mas Erwin pemilik VP dan ngobrol-ngobrol, saya dan Kk sepakat menggunakan jasa VP untuk vendor photobooth di pernikahan kami.

Kenapa pake photobooth? Pengen beda aja dengan pernikahan-pernikahan lain yang sudah lazim hehehe… Walaupun harus mengeluarkan budget lagi untuk membayar vendor photobooth dan mencetak backdrop untuk latar belakang saat pemotretan. Selain itu, saya ingin memberikan kenang-kenangan (di luar souvenir yang dibagikan di meja penerima tamu) lain, supaya para tamu undangan mempunyai memori tersendiri tentang pernikahan kami dan kami tentunya 🙂 Karena di foto yang dicetak tertera nama saya dan Kk serta tanggal dan lokasi pernikahan kami *teuteup eksis* 😀

Mungkin karena lokasi photobooth yang agak mencil dan agak tertutup tanaman, banyak tamu yang nggak ngeh dengan keberadaan photobooth ini. Beberapa saudara yang datang menyatakan penyesalannya nggak foto-foto karena nggak tahu. Yang lucu ada teman Kk, yang beberapa hari setelah acara saya tanya apakah waktu acara pernikahan saya dan Kk dia foto-foto di photobooth atau nggak. Eh dia bilang nggak. Bukan karena nggak tahu keberadaan photobooth-nya tapi karena takut disuruh bayar 😀 Saya dan Kk ngakak waktu denger penjelasannya. Kami pun ngasih tahu kalau photobooth itu gratis kok untuk tamu, mau nyetak berapa kali juga nggak masalah karena kami mengambil paket yang unlimited print.

Continue reading

4,548 total views, no views today