Yogya Trip 2015 – Candi Prambanan

yogya tripKunjungan pertama Ziva ke Yogya. Horeeee!!! Kalau saya dan suami sih sudah lebih dari satu kali ke Yogya. Zaman nyusun skripsi dulu, saya sempat melarikan diri ke Yogya sekedar melepas penat. Selepas kuliah juga beberapa kali main ke Yogya. Zamannya masih suka nengokin candi-candi yang banyak tersebar di Yogya bareng Mama Dria 😀 Kalau suami malah sempat tinggal 2 bulan di Yogya setelah dia lulus SMA dulu.

Berhubung acara pernikahan sepupu saya digelar di Yogya. Sekalian aja deh jalan-jalan, mumpung ambil cuti 2 hari 😀 Dari jauh hari sudah bikin itinerary mau kemana aja di Yogya, apa daya saat kenyataan tak seindah rencana, kebanyakan melencengnya *LOL* Tapi nggak apa-apalah yang pentingkan jalan-jalan dan kebersamaannya *tsaaaahhhh

Jam 6 kurang sudah berangkat dari rumah menuju pool bis Damri pake ojek. Tadinya mau sewa mobil tapi mahal banget. Cikarang-bandara Soetta mintanya 400 ribu >.< Jadinya diputuskan naik Damri aja deh. Sempat kena macet sedikit waktu mau masuk tol Priok, jam 8 sudah tiba di terminal 3. Kecepetan sih, karena di jadwal pesawatnya baru akan take off jam 10.35. Tapi lebih baik kecepetan deh daripada telat 😀 Tiba di T3, kami tadinya mau check in di counter Air Asia karena kan peraturannya kalau bawa infant (Ziva masih 18 bulan jadi masih dihitung infant) nggak boleh web check in, harus check in di counter. Pas mau ke counter oleh petugasnya malah disuruh check in di mesin shelf check in. Lah tau gitu dari kemarin mending web check in aja deh. Tapi ada hikmahnya juga sebelumnya nggak jadi check in lewat web. Waktu saya mau coba web check in, posisi kursi saya dan suami kepisah gitu. Saya dapat di kursi 9A, suami dapat di kursi 10B. Kalau mau duduk sederet, salah satu harus pindah dan kena charge 20 ribu per orang. Males yak *ogah rugi* Akhirnya batal check in lewat web karena faktor peraturan yang tadi itu, yang kalo terbang dengan infant nggak boleh web check in. Nah pas kami check in di mesin shelf check in, ternyata dapat kursi 8A dan 8B. Alhamdulillah deh bisa sederet 🙂

Beres check in dan daftarin bagasi, eh nggak sengaja ketemu dengan Tante Riris (adik ipar ayah saya), Nindi (anaknya), Kiko (menantunya), dan Reinu, anak Nindi dan Kiko. Ternyata mereka satu pesawat dengan kami. Ya sudah akhirnya sambil menunggu boarding, kami sarapan dulu di sebuah resto dekat ruang tunggu sambil Ziva liat-liat pesawat yang ada di landasan. Bocahnya seneng banget liat pesawat. Mulutnya bawel banget nyebutin kata pesawat tapi cuma ujungnya doang, at at at 😀

20151023_08143120151023_09190720151023_091934Masuk ke ruang tunggu, lagi-lagi yang mau dilihat ya pesawat. Padahal di tas saya sudah stand by buku dan mainan untuk mengisi waktu selama di ruang tunggu. Eh bocahnya malah kesana kemari melulu. Mau difoto posisi diam susah hehehe….

20151023_093520 20151023_093545 20151023_093622 20151023_100246

Alhamdulillah selama di pesawat Ziva nggak nangis, malah tidur setelah puas ketemu nenen. Jadi saya pun bisa ikut tidur. Secara dari jam 4 sudah bangun jadinya ngantuk berat 😀

Beres mengambil bagasi, kami menuju pintu keluar. Saya menelepon pak supir yang mobilnya akan kami sewa hari itu. Setelah ketemu dengan pak supirnya, kami masih menunggu Sari, teman SMA saya yang sekarang menjadi dokter gigi dan tinggal di Yogya. BTW, Sari ini high quality jomblo lo 😀 Masih single, dokter gigi lulusan UGM, spesialis orthodenti.

Rencananya sih begitu tiba di Yogya, mau ke Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Ternyata yang terealisasi hanya ke Candi Prambanan. Yogya waktu itu panas bangeeeeetttt. Tapi walaupun panas dan bukan musim liburan, turis yang datang ke Candi Prambanan lumayan banyak juga. Ziva juga malah asyik-asyik aja walaupun cuacanya panas banget. Dilepas dari gendongan malah mau mainan pasir. Didudukin di candi, difoto malah banyak gaya 😀

Kalau dulu sih masih sanggup naik-naik ke candinya, keliling-keliling. Kalau sekarang saya nyerah deh 😀 Cukup foto-foto dari pelataran candi aja. Kalah sama berat badan. Jalan dari pintu masuk sampai ke Candi Prambanan aja sudah ngos-ngosan *fiuh* Padahal dulu masih sanggup dari Candi Prambanan lanjut ke Candi Lumbung dan Candi Sewu yang masih satu komplek dengan Candi Prambanan. Kalau suami dan Ziva sempat naik ke salah satu candi kemudian dari bawah saya ambil fotonya.

20151023_14464620151023_1449472015110601530420151023_145209

Beres keliling Candi Prambanan sudah nggak sanggup nerusin ke Candi Ratu Boko, lemesssss, padahal pengen banget ke Ratu Boko. Akhirnya dari Candi Prambanan, mampir dulu ke tempat sewa stroller langsung cus ke hotel. Mana hari itu hari Jumat, pas masuk kota Yogya pas jam orang pulang kerja. Walaupun sudah lewat jalur pinggiran kota masih kena macet. Issshhhh. Sudah di Yogya masih kena macet juga 🙁

Menjelang magrib baru tiba di Omah Pari Boutique Hotel. Lokasinya agak terpencil, di lingkungan rumah penduduk gitu. Tapi begitu masuk kedalam lokasinya cukup luas sampai ke belakang yang dijadikan area parkir kendaraan. Setelah check in di resepsionis, langsung menuju kamar dan nurun-nurunin barang bawaan. Nggak sempat lagi mau foto-foto interior kamar yang bakal ditempati di 2 malam tersebut. Capeeek banget. Mana harus buru-buru mandi, mandiin Ziva karena malamnya ada acara ramah tamah di rumah om saya yang besoknya mau mantu.

Selesai mandi dan beres-beres, keluarga saya yang naik mobil dari Bandung pun datang. Mereka kena macet di Purworejo karena ada perbaikan jalan jadinya tiba di Yogya nggak sesuai prediksi. Setelah keluarga saya juga mandi dan beres-beres, kami semua berangkat ke rumah om saya yang berada di daerah Langenarjan.

Tiba di sana, sudah ramai dengan saudara-saudara yang lain. Berhubung nggak pakai acara malam midodareni segala, acara malam itu ya ramah tamah aja dan tentunya makan-makan dong. Walaupun di Yogya teuteup tersaji menu khas Palembang seperti pempek dan model. Ayah saya dan keluarga besarnya walaupun bukan orang Palembang tapi adik-adik ayah saya banyak yang lahir di Palembang dan sampai sekarang bahasa sehari-hari ya bahasa Palembang. Tentu saja makanan favorit ya nggak jauh-jauh dari pempek dan teman-temannya 😀 Suami aja sampai 3 kali nambah porsi model *LOL* Selain itu ada tukang bakmi Jawa dan wedang ronde gerobakan yang sengaja dipanggil.

Sekitar jam 9 malam, kami pun kembali ke hotel. Capeeeek dan ngantuuuk. Pengen buru-buru tidur. Kan perut sudah kenyang, hati senang 😀

(bersambung)

Salam,

signature citandy

3,058 total views, 2 views today

Leave a Reply