Zivara 7 Bulan

FotorCreated02

Halo ZIVARA, selamat ulang bulan ke 7 ya… Peluk cium dari ayah dan ibu.

Genap sudah 7 bulan kamu menghirup udara di bumi ini dan selama 7 bulan ini ayah dan ibu terus belajar untuk merawat, membesarkan dan mendidik Ziva.

Kalo dibilang nggak kerasa ya emang nggak kerasa tau-tau Ziva udah 7 bulan aja. Udah 1 bulan mengenal makanan padat. Tapi kalo dibilang kerasa ya kerasa banget. Yang paling kerasa oleh saya dan suami ya capek, pegel dan kurang tidur 😀 Capek, pegel gendong Ziva yang semakin berat. Kurang tidur karena tiap malem Ziva masih sering bangun dan nangis. Setiap mendengar Ziva nangis otomatis saya langsung terbangun terus langsung saya nenenin.

Sudah sebulanan ini, kalo Ziva bangun tengah malam, saya nenenin dia dalam posisi berbaring. Sebelumnya saya selalu duduk dan ternyata bikin pinggang rasa mau patah. Tapi kebanyakan nenenin dalam posisi berbaring juga ternyata bikin pegel juga 😀 Yoweslah nikmatin aja. Toh proses ini nggak akan terulang lagi. Kadang kalo pas weekend nggak kemana-mana, pas Ziva tidur siang saya ikutan tidur. Nah, pas Ziva masih kriyep-kriyep gitu, saya nenenin sambil berbaring juga. Eh kejadian pas tanggal 1 November yang lalu. Ziva jatuh dari tempat tidur. Awalnya kami bertiga masih kruntelan bertiga di kasur. Terus suami ke luar kamar. Saya nenenin Ziva dalam posisi berbaring. Saya yang dalam kondisi ngantuk berat tau-tau ketiduran. Tiba-tiba terdengar bunyi , bruk! Spontan saya bangun, liat Ziva udah nggak ada di samping saya. Pas liat ke bawah kasur, Ziva udah di lantai dalam posisi tengkurap. Ya Allah, perasaan bersalah langsung menyergap. Ziva langsung saya gendong sambil saya usap-usap kepalanya. Suami dari luar langsung ke kamar. Katanya suara bruk itu kedengaran sampe luar. Dahi Ziva sebelah kanan sempat berwarna biru. Saya langsung oles-oles pake essential oil Lavender. Akibat kejadian Ziva jatuh, sekarang kalo Ziva tidur bagian pinggir tempat tidur dihalang-halangin deh pake guling dan bantal.

Emang nih, sekarang ini Ziva lagi seneng banget tidur dalam posisi tengkurap dan miring. Malah kalo lagi tidur posisi tengkurap suka tiba-tiba bangun, terus mengangkat badannya (posisi onggong-onggong) sambil merem tapi keluar suara dari mulutnya kayak orang mengigau. Biasanya langsung diempok-empok pantatnya dia tidur lagi. Kalo lagi nggak tidur, ya seringnya posisi tengkurap. Masuk 7 bulan Ziva belum bisa duduk sendiri dan belum bisa merangkak. Tumbuh gigi juga belum. Walaupun begitu Ziva sudah mulai bisa memposisikan badannya seperti hendak merangkak tapi hanya bergerak ke depan belakang (onggong-onggong) dan mundur-mundur.  Kalo diposisikan duduk sudah bisa menyeimbangkan posisi badannya dalam waktu yang cukup lama. Seringnya sih badannya doyong ke depan, kalo nggak keburu dipegang, kepalanya nyungsep ke kasur/ karpet (_ _”). Saking senangnya dia di posisi tengkurap, sekarang kalo selesai mandi mau dipakein pospak, baju dan celana jadi susah deh. Ziva bergerak-gerak terus, nggak mau terlentang lama-lama 😀 Benda apa aja yang ada di depannya langsung pengen diraih. Kalo tangannya nggak sampe, Ziva bukannya maju tapi malah mengguling-gulingkan badannya sampai tangannya bisa meraih benda yang menarik perhatiannya itu. Hobinya yang gemar memasukkan segala benda yang dipegang ke dalam mulut masih berlangsung. Ziva yang saat umur 6 bulan kerap mengeluarkan suara geraman sekarang sudah mulai hilang tapi berganti menjadi suara teriakan dan lengkingan. Itu anak kalo udah teriak ya ampuuuun…bisa pengan telinga yang dengerin 😀 Ada-ada aja kelakuan ajaib Ziva 🙂

Oiya, saya baru tau kalo kelakuan Ziva yang suka teriak-teriak bahkan menangis keras kalau saya tinggal itu namanya separation anxiety. Separation anxiety merupakan perilaku kecemasan yang muncul dalam salah satu tahapan tumbuh kembang bayi dimana bayi akan menunjukkan rasa takut dengan menangis apabila merasa ditinggalkan. Tanda-tanda bayi sedang mengalami separation anxiety antara lain tidurnya gelisah, bangun lebih awal, menangis saat ditinggal dengan orang lain, rewel saat sendirian dan tidak suka main sendiri. Separation anxiety biasanya muncul di usia 6 bulan, akan semakin kuat di usia 15 bulan dan akan sembuh dengan sendirinya di usia 2-3 tahun. Kehebatan dan durasi separation anxiety seorang anak bervariasi sebagian tergantung pada hubungan orang tua-anak. Biasanya, separation anxiety pada seorang anak yang kuat dan sehat menempel pada orangtua lebih cepat sembuh dibandingkan seorang anak yang kedekatannya kurang kuat. Sisi positif dari kecemasan karena takut berpisah ini adalah menunjukkan ikatan yang kuat antara bayi dan orang tua. Kalo saya pulang kerja terus Ziva keburu saya gendong kemudian saya geletakin di kasur karena saya mau ke kamar mandi Ziva pasti langsung teriak-teriak dan menangis. Kadang saya sholat di depan matanya aja, Ziva masih nangis. Padahal sudah digendong sama ayah. Setelah diajak main sama ayah baru deh Ziva anteng.

Sabtu kemarin kami ke RS Mitra Cikarang untuk imunisasi PCV 10 Ziva ke dokter Frengky. Berat badan Ziva saat ditimbang di nurse station (usia 7 bulan 7 hari) sudah mencapai 7,3 kg. Alhamdulillah naik 400 gram dari beratnya bulan lalu. Panjang badannya sudah 66,4 cm. Tadinya sih saya ngarep paling nggak berat badan Ziva mencapai 8 kg gitu hehehe…Tapi ya Alhamdulillah udah naik 400 gram aja lumayan. Apalagi Ziva udah MPASI. Kata dokter Frengky malah biasanya semakin bertambah umur bayi kenaikan berat badannya setiap bulan nggak akan terlalu drastis. Yowes lah yang penting Ziva sehat selalu 😀

FotorCreated01

20141115_112442

Salam,

signature citandy

 

4,279 total views, 6 views today

2 comments

Leave a Reply