Lebih dari Sekedar Cantik : Nusa Tenggara Timur (3)

09Hari ke-3 (Moni-Kelimutu-Bajawa) Demi keinginan berburu foto matahari terbit di Danau Kelimutu, jam 4 pagi kami sudah bersiap untuk berangkat menuju ke danau cantik 3 warna tersebut. Menggunakan perlengkapan perang melawan dingin yang menusuk seperti kaos kaki, kaos tangan, jaket dan kupluk kami pun berangkat. Jarak dari penginapan sampai ke tempat parkir Taman Nasional Kelimutu sekitar 13 km. Ternyata kami pengunjung pertama yang tiba. Kami mulai mendaki di keremangan berbekal 3 buah senter (di tengah pendakian senter saya rusak, jadi senter yang bisa digunakan hanya tinggal 2). Tak sampai 30 menit, kami sudah tiba di puncak. Saat tiba di puncak kondisi masih gelap dan kabut tebal. Perlahan hari mulai terang tapi kabut tak kunjung hilang.

03

020406Semakin lama semakin banyak pengunjung yang rata-rata bule. Rombongan orang Indonesia hanya rombongan kami dan satu rombongan dari Surabaya. Jam 8 pagi kami memutuskan untuk turun karena kabut masih menyelimuti permukaan danau dan kami sudah kelaparan. Banyak juga pengunjung yang akhirnya turun karena kabut tak juga hilang sehingga danau-danaunya tidak terlihat. Sebelum kembali ke hotel sempat mampir ke sebuah air terjun di dekat hotel. Jam setengah 11 siang kami kembali ke Taman Nasional Kelimutu setelah sarapan dengan harapan kabut sudah hilang sehingga mimpi kami melihat 3 danau itu terwujud.

Alhamdulillah, di pendakian kedua akhirnya kami bisa melihat permukaan Tiwu Ata Polo, Tiwu Nua Muri Koo Fai dan Tiwu Ata Mbupu. Dalam bahasa setempat Tiwu artinya danau. Kaki pegal dan pinggang rasa mau patah terbayar dengan suguhan spektakuler 3 danau yang gambarnya pernah muncul di uang lima ribuan cetakan lama. Kalau di uang tersebut warna danau adalah merah, biru toska dan hitam, sekarang Tiwu Ata Polo (memiliki luas 4 hektar dengan kedalaman 64 meter, status aktif) yang dulu berwarna merah menjadi berwarna biru toska, mirip dengan warna Tiwu Nuamuri Koofai (memiliki luas 5,5 hektar dengan kedalaman 127 meter, status sangat aktif) yang letaknya saling bersebelahan. Sementara Tiwu Ata Mbupu (memiliki luas 4,5 hektar dengan kedalaman 67 meter, status kurang aktif) berwarna hijau tua kehitaman. Tak apalah tidak menikmati matahari terbit di puncak Kelimutu, yang penting mimpi melihat 3 danau yang sebenarnya adalah kawah itu menjadi kenyataan.

1314

18

16

21

15

Masyarakat setempat percaya bahwa Tiwu Nua Muri Koo Fai adalah tempat bersemayam arwah orang muda yang sudah meninggal dunia, Tiwu Ata Polo dalah tempat tempat bersemayam arwah orang yang sudah meninggal dunia tetapi selama hidup dia melakukan kehajatan/ tenung dan Tiwu Ata Mbupu adalah tempat bersemayam arwah orang-orang tua yang sudah meninggal dunia.

Puas bernarsis ria mengagumi 3 danau cantik ini kami bergegas kembali ke hotel karena kami harus melanjutkan perjalanan menuju Bajawa yang merupakan ibukota Kabupaten Ngada. Perjalanan Moni-Bajawa ditempuh selama 6 jam. Seharusnya kami mampir ke Pantai Batu Hijau, tapi karena ketika melewati pantai itu hari sudah gelap, akhirnya tidak jadi. Kami tiba Bajawa sekitar pukul 9 malam dan menginap di Hotel Bintang Wisata, Bajawa.

26

(bersambung)

Salam,

signature citandy

3,365 total views, 2 views today

Leave a Reply