Zivara 20 Bulan

1450234130601

 ZIVARA 1 BULAN ZIVARA 2 BULAN ZIVARA 3 BULAN

ZIVARA 4 BULANZIVARA 5 BULANZIVARA 6 BULAN

ZIVARA 7 BULANZIVARA 8 BULAN  ♥ ZIVARA 9 BULAN

 ♥ ZIVARA 10 BULANZIVARA 11 BULANZIVARA 12 BULAN 

ZIVARA 13 BULAN ZIVARA 14 BULANZIVARA 15 BULAN

ZIVARA 16 BULAN ZIVARA 17 BULAN ZIVARA 18 BULAN

ZIVARA 19 BULAN

Lagi keruntelan bertiga di kamar, di luar turun hujan eh tiba-tiba Ziva bilang ujan, ujan. Takjub aja dia sudah bisa bilang kata hujan begitu mendengar suara hujan di luar.

Sebenarnya baru ngeh kalau Ziva sudah masuk 20 bulan pas hari Sabtu tanggal 12 Desember *tepok jidat*. Entah saking apanya sampai lupa ulang bulan anak sendiri.

Menjelang usia 20 bulan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda tantrum. Beberapa kali menangis sesenggukan sambil saya nggak tahu apa yang dia mau. Kadang nangis guling-guling di lantai. Untungnya belum pernah tantrum di tempat umum, secara jarang juga sih ke tempat umum seperti mall 😀

Dari segi kemampuan motorik kasarnya, Ziva sudah bisa naik sendiri ke kursi makan yang tinggi. Kalau kita lagi meleng, tahu-tahu aja Ziva sudah duduk di kursi makan 😀

Ziva juga sudah mengerti konsep masuk dan keluar. Ceritanya sudah mau sebulan ini saya melihara seekor stray cat. Saya kasih nama Kimi. Nah, kapan hari itu saya dan bibi lagi sibuk di dapur, tiba-tiba Ziva teriak-teriak mi acuk, mi acuk. Tadinya saya nggak ngerti Ziva ngomong apa. Saat saya melongok, eh si Kimi sudah ada di dalam rumah. Oh, jadi maksudnya Ziva ngomong mi acuk itu Kimi masuk  🙂 Selain sudah mengerti konsep masuk, Ziva juga sudah mengerti konsep keluar dan di luar. Kalau dia bosan makan di dalam rumah, dia nunjuk ke arah teras sambil bilang di luang aja (di luar aja) atau mau keluang (mau keluar).

20151202_200652

Sudah bisa mengenali orang lain selain dirinya sendiri. Yang pasti sih sudah tau ya mana ayahnya, ibunya, aki (ayah saya), enin (ibu saya), onty (adik perempuan saya) dan bibik 😀 Tetangga depan rumah punya anak 3. Kalau ditanya mana Mbak Dynan, Mbak Janet, Dimas, Ziva sudah bisa menunjuk dengan benar sambil mengikuti omongan kita. Misal Mbak Dynan yang mana? Ziva menunjuk ke arah Mbak Dynan sambil bilang, nan nan. Mbak Janet dipanggilnya net net, Dimas dipanggilnya iyas iyas. Kalau ditanya bunda (ibunya Dynan, Janet, Dimas) yang mana, Ziva sudah tahu. Ada tetangga beda gang yang sering main juga di gang rumah saya sambil bawa anaknya. Nama anaknya Maryam, sepantaran dengan Ziva. Pernah pas Maryam dan umminya lagi di depan rumah saya, Ziva manggil-manggil, itu Iyam sambil nunjuk Maryam, itu ibuknya, sambil nunjuk umminya Maryam.

Empat bulan menjelang usia 2 tahun, dimana rencananya Ziva akan mulai saya sapih, malah Ziva nenennya makin kenceng 😀 Sudah bisa milih mau nenen di payudara yang kanan atau yang kiri dengan cara menepuk-nepuk/ menunjuk ke arah payudara yang dimaksud sambil bilang yang ini aja *LOL* Setiap saya pulang kerja permintaannya nambah. Tadinya hanya bilang bu nenen bu, sekarang bu nenen aca (baca) bu sambil nyodorin bukunya ke saya 🙂 Kalau pagi/ siang hari, yang kebagian bacain buku ya ayahnya. Kalau mau tidur siang, sambil minum susu dot, ayahnya yang disuruh bacain buku 😀

20151203_181326

Salam,

signature citandy

3,136 total views, 2 views today

Leave a Reply