Menghitung Return Reksadana

Kemarin saya posting tulisan tentang bagaimana mempersiapkan dana pendidikan untuk Ziva ala saya dan suami. Salah satunya adalah dengan ikutan reksadana (RD) saham di salah satu manajer investasi. Sebenarnya saya ikut RD saham ini sudah sejak Desember 2011. Dulu sih karena iseng aja ikut-ikutan teman yang udah duluan punya RD saham 😀 Bertahun-tahun dianggurin alias nggak saya pernah saya tambahin, setelah menikah baru rutin investasi dengan sistem autodebet ini di Oktober 2013 yang akhirnya diputuskan untuk persiapan uang kuliah Ziva. Kalau nilainya naik terus dan returnya bagus mungkin di tengah jalan bisa diambil untuk uang pangkal masuk SD, SMP dan SMA 😀 Setiap bulan jumlah yang saya investasikan adalah 250rb (di luar fee 1%).

Gegara baca postingan ini, jadi kepikiran juga untuk menghitung, selama saya ikut RD saham ini, berapa ya returnnya. Sebelum rutin didebet dengan sistem autodebet, saya sempat investasi 1 juta pada saat awal pembukaan dan 1 juta lagi di September 2013. Jadi modal saya 2 juta ditambah 10 bulan x 250rb = 2,5 juta adalah 4,5 juta. Per hari ini jumlah saldonya sudah 5,3 juta. Kalo dihitung cara biasa keliatan kan untungnya 800rb alias sekitar 17%. Ternyataaaa….menurut postingan ini, bukan gitu cara ngitungnya. Jadi yang bener gimana?

Return RD

Secara dulu jaman kuliah nggak suka mata kuliah Ekonomi Teknik sampe ngulang 3 kali hahaha…Eh sekarang ketemu lagi dengan hitung-hitungan beginian 😀 Jadi berdasarkan hitung-hitungan di atas, kalau saya memasukkan komponen investasi 2 juta yang di luar autodebet terlihat return per tahunnya 118.32%. Wow gede juga ya 😀 Sedangkan kalau saya nggak memasukkan komponen investasi 2 juta (hanya yang diauto debet 250rb tiap bulan), return per tahunnya 72.48%. Masih cukup besar ya dibandingkan jika kita hanya menabung biasa. Tapi ya balik lagi, yang namanya reksadana itu kan nilainya naik turun, jadi hitung-hitungan ini belum tentu akurat. CMIIW 🙂

Salam,

signature citandy

 

5,273 total views, 4 views today

Leave a Reply