Lebaran 2013 #3

“Jadinya mau mudik ke Palembang tanggal berapa?”

“Tanggal berapa aja deh yang harga tiketnya murah.”

“Musim lebaran mana ada tiket murah.”

“Ya sudah, dicek-cek aja dulu, sesuain dengan cuti kamu, aku ngikut.”

Percakapan galau antara saya dan Kk pada saat akan membeli tiket mudik ke Palembang sebulan sebelum lebaran 😀

Bolak-balik ngecek website berbagai maskapai yang menyediakan rute Jakarta-Palembang mencari tiket harga termurah, masih belum nemu yang sreg di kantong 😀 Tiba-tiba iseng aja pengen ngecek harga tiket di website-nya salah satu maskapai milik BUMN. What?? Ternyata harganya lebih murah daripada maskapai sebelah hehehe….Sempat diskusi cukup lama dengan Kk, setelah sepakat pas ditengok lagi eh harga di tanggal dan jam yang kami mau sudah berubah naik. Buru-buru browsing tanggal lainnya. Yup, akhirnya dapat juga. Untuk periode lebaran ketiga harga tiket menggunakan si burung biru tersebut termasuk murah dibandingkan maskapai lain, apalagi layanannya kan full service. Jadilah kami ke Palembang pergi dan pulang menggunakan maskapai ini. Yeaaayy kami akan menghabiskan waktu enam hari di Palembang 😀 *puas-puasin makan pempek di daerah asalnya* 😀 Berhubung tahun ini lebaran pertama kami merayakannya bersama keluarga besar saya di Palembang, saya dan Kk sepakat, lebaran tahun depan kami akan merayakannya di Palembang 🙂

Sekitar jam 7 pagi kami sudah berada di Palembang. Ini kali keempat saya menghirup udara Palembang sejak kepindahan saya dan orangtua beserta adik saya dari Palembang ke Cirebon tahun 1993 yang lalu. Walaupun orang tua saya berdarah Jawa dan Sunda namun saya dan adik saya lahir dan besar di Palembang. Jadi saya merasa kalau ke Palembang itu seperti pulang kampung, bukan sekedar jalan-jalan biasa. Ari-ari saya tertanam di sana, atau mungkin dulu saya pernah terminum air Sungai Musi kali ya hahaha *mulai lebay* 😀 Sehingga punya suami pun orang Palembang bahkan saya dan Kk bersekolah TK dan SD di sekolah yang sama walaupun nggak saling kenal karena beda kelas 😀

Tiba di rumah mertua langsung sarapan pempek dan ketupat berserta hidangan lebaran buatan ibu mertua…enaaaaak 🙂

Sekitar jam 11an kami diajak ibu mertua ke rumah Yai (Palembang: kakek) dan Nyai (Palembang: nenek), orang tua dari ibu mertua.

Palembang01Nggak lengkap rasanya ke Palembang tanpa bertemu dengan orang-orang yang dulu pernah dekat dengan saya maupun dengan keluarga saya saat saya dan orangtua masih tinggal di Palembang. Malamnya saya diantar Kk menyempatkan berkunjung ke rumah Ibu Didit (kami menyebutnya demikian karena Mas Didit adalah nama anak pertamanya) di daerah Tegal Binangun. Dulu sewaktu masih tinggal di Komperta Sungai Gerong, rumah kami bersebelahan. Hubungan keluarga kami sudah seperti saudara. Walaupun kami sekarang tinggal berjauhan namun jalinan komunikasi masih terhubung dengan baik.

20130810_203427

to be continued

Salam,

signature citandy

1,708 total views, 2 views today

Leave a Reply