Random Survey-Rias Pengantin dan Catering di Bandung (part 3)

Menurut kenalan baru saya Fani yang juga punya blog tentang dunia pernikahan, ada 4 hal besar yang harus mendapat perhatian lebih dalam mempersiapkan pernikahan yaitu venue (lokasi pernikahan), catering, sanggar rias (baju dan make up) dan fotografi. Saya sih sependapat dengan Fani 🙂

Jadi nih, setelah disepakati pernikahan saya dan Kk akan berlangsung di Trees Cafe, akhir pekan berikutnya di awal Februari saya da Kk mulai melakukan survey ke beberapa vendor catering dan sanggar rias.

1. Magnolia Food Management

Saya mengetahui tentang Magnolia dari Fani. Setelah mendapat nomor telepon dan pin BB Mbak Maya (Magnolia) saya segera mengontak beliau dan membuat janji untuk ketemu pada hari Sabtu di Wale (Warung Lela, salah satu tempat makan yamien terkenal di Bandung), daerah Cigadung. Berbeda dengan konsep catering yang pada umumnya sudah mempunyai paketan, di Magnolia tidak menyediakan paketan. Mereka mengikuti apa kemauan klien. Untuk menu stall kita bebas menentukan jenis makanan yang kita mau, nanti Magnolia yang akan mengatur. Misalkan kita ingin menu-menu di stall ada Pempek Rama, Yamien Wale, Batagor Kingsley, bisa diatur oleh Magnolia. Perhitungan porsi di Magnolia untuk 1200 pax yaitu 800 porsi menu buffet dan 450 porsi untuk masing-masing stall. Sayangnya sampai saat ini Mbak Maya belum juga memberikan penawaran harga, sehingga saya memutuskan untuk survey vendor-vendor catering yang lain.

2. Trees Cafe

Kedatangan saya dan Kk untuk kedua kalinya ke Trees Cafe untuk membayar DP 🙂 sekaligus ketemuan dengan Fani, karena mau melihat kotak seserahannya yang kemungkinan akan saya sewa. Trees Cafe menerapkan pembayaran DP minimal 10% dari total biaya sewa.

Continue reading

16,544 total views, no views today

Random Survey-Lokasi Pernikahan di Bandung (part 2)

Sabtu malam setelah acara lamaran selesai tanggal 26 Januari 2013 yang lalu, papap langsung ngajak diskusi tentang rencana pernikahan saya dengan Kk. Katanya sekalian mumpung masih ada uwak-uwak beserta aki dan nini yang bisa ikut dimintai pendapat.

Pembahasan pertama itu penetapan lokasi pernikahan. Di Cirebon atau di Bandung (padahal akhir pekan sebelumnya saya dan Kk diam-diam sudah survey lokasi pernikahan di Bandung hehehe….)

Mengapa di Cirebon? Karena orang tua saya sudah tinggal di Cirebon sejak pindah dari Palembang tahun 1994, sehingga relasi dan teman-teman orang tua saya ya kebanyakan di Cirebon dan sekitarnya. Apalagi mereka saat ini membuka usaha rumah makan, sehingga relasi makin bertambah banyak dari mulai supplier daging sampai sayuran 😀 Belum lagi tetangga satu RT dan satu RW yang jumlahnya bisa ratusan kepala keluarga.

Mengapa di Bandung? Karena saudara-saudara dari orang tua saya banyak yang tinggal di Bandung. Teman-teman kuliah saya dan Kk banyak di Bandung. Pilihan venue untuk lokasi pernikahan, sanggar rias, catering dan vendor-vendor lainnya lebih beragam daripada di Cirebon. Pertimbangan lainnya, teman-teman kantor, kolega-kolega saya mayoritas berasal dari daerah Jakarta dan sekitarnya. Sehingga lebih mudah mereka untuk ke Bandung daripada ke Cirebon.

Continue reading

34,078 total views, 2 views today

Random Survey-Lokasi Pernikahan di Bandung (part 1)

Seminggu setelah perjalanan kami ke Palembang, saya dan Kk iseng-iseng survey lokasi pernikahan di Bandung. Target kami adalah Masjid Nurul Jamil di daerah Dago dan Bumi Samami di daerah Cigadung.

Kami memang berencana mengadakan pernikahan outdoor, berbekal hasil browsing via internet, kami menemukan beberapa lokasi yang bisa digunakan untuk acara pernikahan outdoor.

Masjid Nurul Jamil

Hari itu kami mencari lokasi Masjid Nurul Jamil. Dari Simpang Dago, masih lurus lagi ke arah Dago Atas melewati Hotel Sheraton, nanti di sebelah kiri ada plang petunjuk masuk ke arah Masjid Nurul Jamil. Jalan masuknya tidak terlalu besar. Bisa sih untuk dua mobil bersisian tapi sepertinya lumayan mepet. Tiba di sana tadinya mau sekalian sholat Ashar, tapi ternyata di dalam masjid sedang ada acara. Jadi kami hanya melihat-lihat sebentar lokasinya. Menurut kami, areal outdoor-nya tidak mencukupi jika tamu undangan ada 1000an orang. Belum lagi harus memperhitungkan tenda yang harus disewa. Walaupun harga sewa masjid yang terjangkau (sekitar 3-4 juta) tapi kalau ditambah dengan sewa tenda sepertinya jumlah uang yang dikeluarkan akan mirip jika kita menyewa di venue lain.

Bumi Samami

Dari Masjid Nurul Jamil kami menuju daerah Cigadung untuk mencari lokasi Bumi Samami. Informasi yang didapat dari situsnya, biaya sewa di Bumi Samami sekitar Rp. 14 juta (siang) dan Rp. 15 juta (malam) untuk area mini golf yang kapasitasnya bisa untuk 1000an tamu. Apa daya, walaupun setelah berputar-putar di sekitar daerah Cigadung, kami tidak menemukan lokasi Bumi Samami. Gagal deh survey ke Bumi Samami. Mungkin memang belum jodoh ya dengan Bumi Samami, setelah dipikir-pikir lokasinya cukup jauh dari akses pintu tol. Kasihan tamu-tamu kami yang bukan orang Bandung dan tidak tahu arah jalan di Bandung, nanti yang ada malah tersasar.

Salam,

signature citandy

5,444 total views, no views today